8 Bahaya sex bebas pada usia remaja

Seks yang aman adalah dilakukan oleh pasangan suami istri dan dilakukan saat usia dewasa, jadi akan sangat berbahaya karena bisa mengancam apabila dilakukan di usia remaja dan dilakukan secara bebas. Berikut 8 Bahaya seks bebas pada usia remaja





1. Kanker Serviks/kanker rahim
Kanker serviks adalah kanker yang menyerang mulut rahim. Menurut data WHO, setiap tahunnya ada ribuan wanita meninggal karena kanker ini. Menurut penelitian yang dilakukan oleh dr. Silvia Franchesci yang diterbitkan di British Journal of Cancer mengatakan bahwa resiko kanker serviks pada seorang cewek yang melakukan hubungan seksual di bawah usia 20 tahun lebih besar ketimbang yang berusia di atas 25 tahun. Karena Human Papilloma Virus (HPV) yang memicu kanker ini memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang pesat kalau kita terinfeksinya di usia muda.


2. HIV AIDS
Jika seseorang sudah mengidap HIV AIDS, maka dia akan menularkan penyakit tersebut pada pasangannya. Masalahnya, kita tidak tahu apakah pasangan kita tersebut memiliki panyakit ini atau tidak?? Menurut amfAR (The Foundation for AIDS Research), bahwa ada lebih dari 1 juta warga Amerika yang mengidap HIV AIDS, dan sepertiganya berumur 13-29 tahun. Setidaknya ada dua remaja yang terjangkit HIV AIDS setiap jam nya di Amerika Serikat.


3. Bahaya kehamilan
Dalam website kesehatan webmd.com dijelaskan kalau organ reproduksi cewek berumur 20 tahun belum siap untuk berhubungan badan bahkan sampai mengandung. Sehingga jika sampai terjadi kehamilan, cewek tersebut akan beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Bahayanya, kondisi ini biasanya tidak terdeteksi pada tahap tahap awal, tapi jika berkelanjutan bisa menyebabkan kejang kejang, perdarahan bahkan kematian pada ibu atau bayinya. Selain itu, kondisi sel telur pada cewek berusia di bawah 20 tahun belum sempurna, sehingga dikhawatirkan bayi yang dilahirkan bisa mengalami cacat fisik.



4. Bahaya aborsi dan kemandulan
Kehamilan yang tidak diinginkan biasanya berujung pada melakukan tindakan aborsi. Padahal aborsi bukanlah solusi yang tepat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh WHO, keadaan rahim dan alat reproduksi remaja masih belum sempurna pertumbuhannya. Sehingga saat melakukan aborsi dengan mengkonsumsi obat pengguguran kandungan akan berbahaya. Karena dapat menimbulkan resiko perdarahan hebat dan dapat merobek rahim. Bahkan, bila sering menggunakan obat aborsi ataupun obat kontrasepsi secara ilegal, remaja berpotensi mengalami kemandulan akibat rahim yang mengalami infeksi.


5. Kondom tidak menjamin
Kondom memang salah satu alat kontrasepsi, tapi ternyata, pori pori kondom itu lebih besar ketimbang sel sperma. Jadi, bukan berarti kalau pakai kondom, kita bisa terbebas dari kehamilan dan penyakit menular seksual. Tak hanya itu, ada sebuah penelitian Chemical and Vetenary Investigation Institute di Stuttgart, Jerman yang menemukan bahwa kondom mengandung zat yang dapat menyebabkan kanker.


6. Efek psikologis
Salah satu dampak psikologis saat kita berhubungan seksual sebelum menikah adalah timbulnya rasa bersalah, malu, menyesal, stress bahkan sampai membenci diri sendiri, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ann Meier, asisten profesor bidang Sosiologi di University of Minnesota, Amerika Seriket, melakukan hubungan seksual di usia remaja memiliki dampak yang negatif terhadap perkembangan psikologis. Bahkan remaja cewek tersebut akan sangat rentan mengalami depresi.


7. Tingkat kenalakan tinggi
Sebuah penelitian di Ohio, Amerika Serikat, sekitar 7000 remaja menunjukkan bahwa remaja yang melakukan hubungan seks lebih awal memiliki tingkat kenakalan 20% lebih tinggi, sedangkan remaja yang tidak berhubungan seksual memiliki tingkat kenakalan 50% lebih rendah. Hal ini disebabkan remaja yang melakukan hubungan seks menganggap dirinya sudah seperti orang dewasa sehingga tak mau diatur ataupun mendengarkan nasihat.


8. Pentingnya keperawanan
Sebagai cewek tentu punya kewajiban untuk bisa menjaga apa yang di milikinya, salah satunya adalah keperawanan. Jangan percaya dengan perkataan berhubungan seks saat remaja membuat kita menjadi keren. Harris Poll, institusi opini publik di Amerika Serikat menyebutkan bahwa lebih dari 50% pengikut polling tentang seks remaja yang mereka lakukan, masih menganggap bahwa keperawanan itu penting untuk dipertahankan sampai menikah nanti, karena itu menunjukkan harga diri dan kepintaran seorang cewek dalam berperilaku serta menjaga dirinya sendiri.

Subscribe to receive free email updates:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments